Lingkungan Sosial di UGM
Kampus kita tercinta, Universitas Gadjah Mada ini, merupakan kampus yang berada di kota pelajar, Yogyakarta. Kota yang terkenal dengan keramahan serta sopan santunnya. Sementara Universitas Gadjah Mada merupakan universias favorit yang menjadi tujuan utama para pelajar di luar kota Yogyakarta yang ingin menuntut ilmu di universitas ternama di Indonesia. Tentunya di kota Yogyakarta ini semakin banyak pendatang-pendatang baru yang berasal dari berbagai macam daerah di nusantara. Mereka pun mempunyai beragam karakter yang berbeda satu sama lain.
Keragaman karakter yang menjadi satu di Universitas Gadjah Mada, memunculkan pertanyaan, akankah karakter yang berbeda tersebut bisa menjadi keragaman yang positif, atau sebaliknya? Ternyata dengan adanya perbedaan karakter tersebut, mahasiswa mampu mengambil sisi positifnya yaitu belajar mengerti budaya lain tanpa harus mempermasalahkan perbedaan karakter. Begitu pula mahasiswa luar Kota Yogyakarta yang tetap menjaga sopan santunnya di Universitas Gadjah Mada khususnya, dan di Kota Yogyakarta pada umumnya. Mereka berusaha mengimbangi keramahan masyarakat Yogyakarta yang kini menjadi tempat mereka menuntut ilmu.
Dengan adanya saling pengertian antar mahasiswa yang berdomisili di Yogyakarta dan mahasiswa yang berasal dari luar kota, suasana akrab tetap tercipta di kampus kita tercinta. Komunikasi terjalin antar mahasiswa tanpa adanya saling menjelekkan daerah masing-masing. Proses belajar-mengajar tidak terganggu meski dihadapkan dengan perbedaan karakter pada tiap mahasiswanya. Kondisi sosial yang harmonis pun dapat tercipta di Universitas Gadjah Mada. Ternyata perbedaan karakter atau watak para mahasiswa bukan merupakan kendala yang berarti untuk meciptakan kerukunan antar mahasiswa.
Dessyana Rahmawati (PWK’09/289983) TUGAS PPSMB SUSULAN 201
Diposting oleh Grup PPSMB Kamis, 08 April 2010 di 09.56
Dessyana Rahmawati (PWK’09/289983) TUGAS PPSMB SUSULAN 2010
Diposting oleh Grup PPSMB di 09.54
Kawasan Edupolis di Kampus UGM
Setiap lingkungan bisa dijadikan kawasan tertentu sesuai dengan keadaan sekitar yang menunjang terbentuknya suatu kawasan. Misalnya saja di beberapa lingkup pendidikan yang menerapkan peraturan-peraturan guna menciptakan suatu keadaan yang sesuai dengan lingkup sekitar, yaitu menciptakan kawasan edupolis.
Seperti yang telah kita ketahui, sebagian jalan di kawasan Universitas Gadjah Mada sekarang dibuat satu arah. Hal tersebut dilakukan guna mengurangi volume kepadatan kendaraan yang melintas di sekitar kampus. Tindakan tersebut bisa dibilang cukup efektif, karena memang sebagian kendaraan yang melintasi kawasan Universitas Gadjah Mada, merupakan kendaraan pribadi yang tidak berkepentingan di kampus, melainkan hanya memanfaatkan jalan tersebut sebagai jalan alternatif saja. Pembuatan jalan satu arah tersebut merupakan langkah awal menciptakan kawasan edupolis yang nantinya akan diterapkan di lingkungan kampus Universitas Gadjah Mada.
Apabila kawasan Universitas Gadjah Mada akan dibentuk menjadi kawasan edupolis, tentunya harus diperhatikan apakah mahasiswa akan nyaman dengan peraturan-peraturan baru yang akan diterapkan untuk menciptakan kawasan edupolis di Universitas Gadjah Mada. Perlu adanya survey terhadap mahasiswa di setiap jurusan yang ada, guna mendapatkan gambaran umum mengenai pendapat mahasiswa. Dan yang lebih penting lagi, harus diadakan sosialisasi mengenai peraturan-peraturan lalu lintas baru kawasan edupolis. Karena dengan kita memahami apa yang akan dijalani, tentunya dalam melaksanakan akan lebih mudah dan akan mengurangi pelanggaran yang dikarenakan ketidaktahuan mahasiswa mengenai peraturan tersebut.
Selain mengedepankan kenyamanan mahasiswa, juga perlu ditinjau ulang mengenai manfaat dan akibatnya. Sebisa mungkin tidak ada pihak yang dirugikan dalam proses pembentukan kawasan Universitas Gadjah Mada menjadi kawasan edupolis ini. Jangan sampai terjadi perdebatan maupun pertikaian saat peraturan lalu lintas kawasan edupolis sudah mulai diterapkan.
PORTAL DI WILAYAH UNIVERSITAS GADJAH MADA ( UGM )
Diposting oleh Grup PPSMB Selasa, 06 April 2010 di 11.20
PORTAL
DI WILAYAH UNIVERSITAS GADJAH MADA
Masyarakat indonesia tentu tidak asing lagi mendengar yang namanya UGM. Dimana UGM merupakan sebuah Universitas tertua bahkan terbesar di Indonesia yang di batasi oleh portal-portal diberbagai titik, yang berada di kota Yogyakarta. Tidak heran jika banyak siswa yang lulusan dari SMK maupun SMA ingin melanjutkan pendidikannya kesini karena telah melihat bukti tentang keistimewaan dari universitas ini baik dari segi prestasi yang diperoleh dan berbagai jenis bangunan yang ditata serta dikelola secara independen.
Realisasi dari meningkatnya popularitas UGM yaitu telah di bangunnya beberapa fasilitas mewah ,seperti Bulaksumur Residence, Foodcourt Plaza Kampus, dan Gadjah Mada Auto Service. Namun fasilitas – fasilitas yang tersedia tersebut tidak hanya digunakan sebagai wadah untuk menunjang proses belajar mahasiswa melainkan juga digunakan sebagai tempat berwira usaha. Tidak hanya itu bangunan-bangunan tersebut juga di batasi oleh beberapa portal. Contohnya di Foodcourt Plaza Kampus di bagian depan dan belakang terdapat dua buah portal, demikian pula yang lain.
Banyak sekali terdapat masyarakat umum yang melintasi kawasan UGM yang dianggap sebagai jalur alternative. Untuk menjaga keamanan, maka di buatlah beberapa portal yang tersebar di beberapa titik contohnya disebelah selatan Diploma Ekonomika dan Bisnis, dibawah jembatan Fakultas Pertanian dan sebelah timur Bunderan Fakultas Filsafat. Portal-portal ini mulai dioperasikan pada pukul 22.00-05.00 WIB.
Terkait masalah pengoperasian portal, banyak para mahasiswa yang kurang setuju karena dianggap pengoperasiannya terlalu cepat sehingga dapat membatasi kegiatan mahasiswa. Untuk mengatasi hal tersebut, ada salah satu cara yaitu dengan meminta surat izin dari fakultas agar bisa dibukakan portal diatas jam 22.00. Namun hal itu tidak tidak berdampak negative sebab semua itu dilakukan untuk keamanan dan kesejahteraan UGM.
Selain menutup jalan, UGM juga mengeluarkan kebijakan penertiban lalu-lintas . diantaranya pemasangan rambu dan marka jalan serta menyediakan sepeda hijau. Kedepannya UGM juga berencana memindahkan jalur bus kota yang biasa melintasi area UGM. Walaupun begitu jalur tersebut tetap akan digunakan oleh bus-bus yang lebih ramah lingkungan.
LINGKUNGAN BELAJAR di UGM
Lingkungan yang memaksa dapat mempengaruhi seorang mahasiswa. Hal ini memiliki pengertian, di dalam lingkungan yang serba akademik mahasiswa biasanya akan dipacu untuk berkarya, dan di dalam lingkungan yang non-akademik mahasiswa pun biasanya akan dipacu untuk berkarya yaitu diluar koridor akademik. Mahasiswa UGM sebagian besar mendapat dorongan tak langsung dari julukan Yogyakarta sebagai kota pelajar. Oleh karena itu, Lingkungan pun dapat mempengaruhi Kreatifitas seorang mahasiswa.
Seseorang dapat belajar melalui pengamatan perilaku, sikap, dan hasil dari perilaku orang lain. "Kebanyakan perilaku manusia dipelajari dalam bentuk observationally yaitu suatu pengamatan dalam bentuk ide tentang bagaimana perilaku baru dilakukan”. Dan pada kesempatan nanti informasi kode ini berfungsi sebagai panduan untuk bertindak.. Teori belajar sosial menjelaskan perilaku manusia dalam bentuk interaksi timbal balik yang berkesinambungan antara kognitif, perilaku, dan pengaruh lingkungan.
Unsur-unsur lingkungan seperti jumlah ruang, akses ke luar, susunan kamar, ketersediaan berbagai bahan, kualitas udara, peralatan, dan pencahayaan berperan tidak hanya dalam keselamatan dan kesehatan tetapi juga dalam kesejahteraan untuk menciptakan suatu proses belajar yang kondusif, kebahagiaan dan kreativitas. Mereka belajar untuk hidup dalam dan dengan lingkungan alam dan kognitif dan pembangunan sosial. Di samping itu, unsur-unsur lingkungan fisik, misalnya seberapa mudah atau sulitnya untuk melaksanakan program, apakah ada fasilitas fisik yang mendukung , staf - staf program ruang dan sumber daya yang memadai. Pendukung lingkungan fisik yang baik bukan hanya berarti standar yang tinggi atau peraturan tentang, misalnya, jumlah dan penempatan toilet, jendela, pintu keluar, dapur dan persyaratan persiapan makanan, penempatan wastafel untuk mencuci tangan, walaupun pagar tinggi ini jelas penting dan tidak dapat diabaikan. Selain itu kesehatan dan keselamatan menjadi dasar pertimbangan.
TUGAS PPSMB
Oleh :
NAMA : ENDANG AYU LESTARI
KELAS : A’ 09
NIM : 09/285875/NT/13291
PROGRAM DIPLOMA TEKNIK SIPIL
SEKOLAH VOKASI
UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA
UGM dan educopulis
Diposting oleh Grup PPSMB Jumat, 05 Maret 2010 di 13.18
hal yang masih mendominasi adalah rasa jenuhnya Mahasiswa yang Kuliah hanya mendengarkan dan melihat Slide yang sudah dibacakan dari generasi kegenerasi, hal itu lah yang dirasakan kelemahan IPTEK yang memberikan Kontribusi Negatif terhadap pembangunan nuansa Educopulis UGM, salah satu cara meningkatkan kejenuhan belajar dengan sisitem demikian adalah adanya perbaikan mutu pengajar, seringnya dosen Mangkir tidak hadir dalam aktivitas perkuliahan dan mengganti jadwal seenak hati adalah contoh lain dari keboborokan Nuansa Educopulis yang menjemukkan, semoga UGM dapat memperbaharui dan menciptakan nuansa Kampus Educopulis.
Cerita tentang Ugm
Diposting oleh Grup PPSMB di 11.55
Penggunaan portal di Kampus sangat lah bagus,..menurut salah satu Mahasiswa Ugm yag berhasil saya wawancara hari senin tanggal 1 maret 2010, dia mengatakan jika pembuatan portal dimasing - masing kampus sangat bagus..itu menimalisir terjadi tindakan kekeliruan, kesalahan de el el.Namun, dari segi ke praktisan itu, portal sangat merepotkan dan memakan biaya yang tak sedikit, lagi - lagi mahasiswa akan menanggung nya, apalagi biaya per SKS tak lah murah, sangat sedih rasanya kegelisahan mahasiswa untuk membayar SKS harus dihimpit dengan kegiatan Portal yang memakan biaya yang sungguh tak murah.
Iptek memang maju, tapi jika semuanya mengandalkan IPTEK hal itu tidak selamanya bisa dilakukan semaksimal yang terjadi,karena tidak semua anak/ Mahsiswa mampu dalam mengandalkan Iptek yang ada.
.jpg)

UGM1.jpg)